11059404_928408447219077_5497550939227191906_n

Setiap wanita di dunia ini ingin menjadi sosok yang cantik memesona seperti artis layar kaca. Kulit putih bersih, tinggi, rambut hitam panjang, serta memakai pakaian yang bermerek. Seolah seperti itulah standar wanita cantik memesona di Indonesia. Sehingga, banyak wanita yang melakukan berbagai upaya agar memenuhi standar cantik memesona tersebut. Operasi plastik, sedot lemak, sulam bibir, dan berbagai upaya kecantikan lainya, mulai dari yang terpercaya hingga abal-abal. Tak tanggung-tanggung, kocek pun dirogoh hingga dasar. Hal-hal itu dilakukan semata-mata hanya agar menjadi seperti seseorang yang menjadi inspirasi.

Sejatinya, kita dan orang lain diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, kebutuhan yang berbeda-beda, serta latar belakang yang berbeda-beda. Namun sayangnya sebagaian besar wanita berpikir bahwa hanya terdapat satu standar kecantikan yang wajib dipenuhi agar menjadi cantik memesona. Sehingga banyak yang mempunyai pola pikiran untuk menjadi cantik memesona seperti orang lain.

Menurut saya agar menjadi wanita yang memesona cukup dengan menghargai diri sendiri. Kelihatannya simpel, tapi sangat sulit untuk dilakukan. Selalu saja ada bagian yang dirasa kurang dari diri seorang wanita, sehingga wanita tersebut melakukan berbagai cara untuk menutupi dan mengubah kekurangannya tersebut. Bahkan kadang mengkambinghitamkan kekurangannya itu. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain juga tak jarang dilakukan. Sehingga membuat diri sendiri merasa rendah diri.

Saya adalah seorang wanita kurus, bertubuh pendek dengan warna kulit sawo matang. Bila dibandingkan Dian Sastro, saya tidak ada seujung kukunya. Saat saya masih duduk dibangku sekolah, hal tersebut sangat mempengaruhi proses sosialisasi saya. Saya merasa minder dengan teman lainnya yang lebih cantik dan menarik. Bahkan pernah terbesit dalam diri untuk menarik diri dari lingkungan.

Pada masa-masa itu pernah terpikirkan dalam benak saya untuk suntik putih atau meminum susu penambah berat dan tinggi badan. Saya benar-benar ingin mengubah diri saya karena banyak yang memperlakukan saya dengan orang lain berbeda. Saya ingin diperlakukan sama. Saya berpikir bahwa ketika saya telah berubah menjadi lebih cantik, orang-orang akan mulai memperlakukan saya sama dengan yang lain.

Saya sadar bahwa saat itu sama sekali tidak menghargai diri saya sendiri. Saya tidak menerima hal yang sudah diberikan Tuhan untuk saya dengan hati yang lapang. Tapi untungnya sekarang saya telah menyadari kesalahan tersebut dan sangat menyesalinya. Kenapa hal tersebut pernah terpikirkan dalam benak saya?

Itu terjadi sudah hampir 6 tahun yang lalu saat saya masih menjadi remaja labil. Sekarang saya sudah mampu berpikir dewasa dan tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Saya malah bersyukur, menghargai, dan bangga dengan apa yang saya miliki. Saya mempunyai tangan, kaki, dan segala anggota tubuh lain dengan lengkap. Saya merawat, membersihkan, dan sangat menjaga berbagai hal yang ada pada diri saya dengan baik.

Menghargai diri sendiri tidak sebatas hanya menerima pemberian dari Sang Pencipta. Ketika kita telah menerima namun tidak melakukan apapun, maka itu belum dikatakan sebagai menghargai. Menghargai adalah ketika kita menerima dan menaikan nilai dalam diri sendiri. Menaikan nilai dalam diri itu yang tidak mudah. Perlu ketekunan, keuletan, kesabaran, dan yang terpenting adalah niat yang kuat.

Saya sendiri masih dalam proses menaikan nilai dalam diri. Saya mencoba menggali potensi yang ada dalam diri saya. Saya yang tidak jenius ini mencoba menekuni hal yang saya sukai. Ketika gagal saya mencoba bangkit. Sangat memesona bukan, saya tidak secantik artis layar kaca namun memiliki semangat untuk terus berkembang dan menaikan nilai dalam diri?

Ketika pemikiran saya berubah menjadi demikian, saya juga menyadari bahwa perlakuan orang lain terhadap saya sama dengan yang lainnya. Kemudian saya menyadari, bahwa ketika kita menghargai diri sendiri, maka orang lain akan menghargai kita. Apa yang kita pikirkan, akan tercermin dari apa yang kita lakukan dan tanggapan lingkungan terhadap kita.

Disisi lain, sebagai seorang wanita, saya merasa lebih percaya diri dibanding sebelumnya. Saya tidak harus secantik Dian Sastro yang tinggi dan berkulit putih. Cukup dengan wangi, bersih, berkepribadian baik, dan selalu tersenyum, level kita hanya satu tingkat dibawah Dian Sastro. Percaya? Harus!

Mulai sekarang, hargailah diri sendiri dan buat setiap orang disekelilingmu terpesona padamu. Jadilah cantik sebagai dirimu yang berharga dan apa adanya. Semangat!

Iklan