Rekor_Baru_Peminjaman
library.unsyiah.ac.id

Buku merupakan jembatan ilmu. Dengan membaca banyak buku, wawasan tentu akan bertambah luas. Hal ini harus dibudayakan dalam kegiatan sehari-hari sejak dini. Sehingga salah satu tujuan negara Indonesia yaitu mencerdaskan seluruh bangsa Indonesia tercapai. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan berbagai fasilitas pendukungnya. Salah satu diantaranya adalah pengadaan perpustakaan yang baik dan menarik.

Keberadaan perpustakaan sudah banyak ditemukan di berbagai tempat di tiap provinsi di Indonesia. Namun untuk menemukan perpustakaan yang menarik, baik itu dari sisi kelengkapan koleksi buku maupun tempat yang nyaman dan unik tidaklah mudah. Selama ini perpustakaan yang sering ditemui hanya terdiri dari rak-rak buku, dan tak jauh di sana terdapat meja dan kursi untuk membaca buku yang dipilih atau melakukan aktifitas lain.

Pengaturan tempat yang terkesan kaku dan kuno tersebut sering menjadi alasan seseorang enggan berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan menjadi tempat yang membosankan dan tidak menarik bagi masyarakat luas. Belum lagi dengan pelayanan dari penjaga perpustakaan yang sering dikatakan tidak ramah kepada para pemustaka. Hal itu semakin menjadikan perpustakaan menjadi tempat yang tidak direkomendasikan untuk dikunjungi dan belum bersahabat dengan masyarakat.

Padahal perpustakaan merupakan gudang ilmu. Segala jenis buku tersedia di sana dan dapat dibaca secara gratis. Namun minat masyarakat terhadap perpustakaan yang kurang menjadi penghambatnya. Oleh karena itu diperlukan adanya perpustakaan yang menarik dan unik. Tidak hanya sekedar menyediakan buku, namun menyediakan fasilitas lain yang mendukung kegiatan keilmuan dan dapat melepas rasa bosan.

Salah satu perpustakaan yang telah beralih menjadi perpustakaan yang wajib dikunjungi adalah Perpustakaan UNSYIAH. Perpustakaan ini terletak di Darussalam, Banda Aceh. Perpustakaan ini berada di bawah naungan Universitas Syiah Kuala, buka mulai pukul 08.30-23.00 WIB. Sangat lama, bukan? Dibandingkan dengan perpustakaan lain, perpustakaan ini memiliki jam buka yang lebih lama. Hal ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menikmati berbagai fasilitas yang disediakan oleh Perpustakaan UNSYIAH.

Lalu, apa saja fasilitas yang disediakan di UNSYIAH dan membedakannya dari perpustakaan lain?

  1. Prosedur Keanggotaan Mudah
IMG-20160723-WA0005
library.unsyiah.ac.id

Perpustakaan UNSYIAH ini dibuka untuk umum. Untuk dapat meminjam buku di perpustakaan ini, tidak harus menjadi civitas akademika UNSYIAH. Masyarakat umum pun dapat meminjam buku dengan sebelumnya mendaftar dengan syarat yang sangat mudah, yaitu dengan membawa pas foto, fotokopi ktp, dan membayar biaya pendaftaran. Uniknya, dalam pembayaran uang pendaftaran ini tidak dapat dilakukan secara tunai, melainkan lewat mesin EDC di Counter Sirkulasi. Keren kan?

Pendaftaran bagi mahasiswa UNSYIAH lebih mudah lagi. Malah mereka tidak harus mendaftar secara langsung, karena sistem telah otomatis mendaftar mahasiswa UNSYIAH aktif, yang men-scan KTM-nya di pintu masuk sebagai anggota perpustakaan. Program akan mencari data mahasiswa ke database induk di puskom dan menambahkan secara otomatis ke database anggota.

  1. Portal Online yang Praktis
UNSIYAH 1
library.unsyiah.ac.id

Perpustakaan UNSYIAH memiliki portal yang dapat diakses di mana pun dan kapan pun. Portal ini sangat lengkap dan mempermudah berbagai aktifitas pemustaka, yaitu UILIS atau UNSYIAH Integrated Library Information System. Cukup dengan klik Pustaka UNSYIAH, para pemustaka dapat menemukan berbagai pilihan kegiatan. Mencari buku yang dibutuhkan, e-jurnal, thesis, disertasi, e-book, dan mendaftar dapat dilakukan langsung dari portal ini. Khusus untuk thesis dan disertasi dapat klik di Pustaka UNSYIAH.

Screenshot_2016-04-08-14-05-19_com.android.vending1
library.unsyiah.ac.id

Tak hanya itu saja, Pustaka UNSYIAH hadir lebih dekat dengan pemustaka lewat aplikasi UILIS yang sudah dapat diunduh di Play Store dan App Store. Di aplikasi ini, pengguna dapat melakukan berbagai aktifitas pustaka seperti memperpanjang buku secara mandiri. Jadi bagi para pemustaka yang ingin memperpanjang buku, tidak harus datang langsung ke perpustakaan. Cukup dengan memperpanjang di aplikasi UILIS, semuanya sudah beres. Selain itu, aplikasi ini juga berfungsi sebagai pengingat pemustaka ketika akan memasuki jatuh tempo pengembalian buku.

  1. Koleksi Buku Super Lengkap
wifi-perpus
library.unsyiah.ac.id

Tersedia sebanyak lebih dari 65.000 judul buku dan terdapat sebanyak 133.664 eksemplar buku yang disediakan Perpustakaan UNSYIAH. Buku yang disediakan berbagai macam, skripsi, jurnal, buku refrensi kuliah, dan novel. Anggota dapat meminjam sebanyak maksimal 7 buku dalam sekali pinjam. Jumlah ini termasuk sangat banyak bila dibandingkan dengan perpustakaan lain yang hanya meminjamkan maksimal 3 buku pada anggota. Di perpustakaan ini telah diberlakukan peminjaman mandiri. Jadi terdapat satu mesin yang dapat digunakan untuk melakukan peminjaman mandiri. Jatuh tempo pengembalian buku adalah dua minggu sejak tanggal peminjaman, dan dapat diperpanjang kembali, baik secara online maupun offline.

UNSIYAH 3
uilis.unsyiah.ac.id

Koleksi yang disediakan tidak sebatas hanya buku cetak saja, melainkan jurnal online pun ada. Jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi tersedia secara online sehingga memudahkan dalam pencarian refrensi. Cukup dengan klik di sini semua kebutuhan pemustaka telah tersedia.

  1. Banyak Kegiatan Asik
Pengunjung-Tetap-Meramaikan-Perpustakaan-Unsyiah-Walau-Hari-Hujan
library.unsyiah.ac.id

Perpustakaan UNSYIAH ini termasuk salah satu perpustakaan yang rajin mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan literasi. Pertama adalah Library UNSYIAH Award. Acara ini merupakan penganugerahan bagi pemustaka aktif di UNSYIAH. Dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, acara ini bertujuan untuk memberikan apresiasi pada para pemustaka yang aktif meminjam buku di sana. Sebanyak 3 peminjam buku terbanyak akan diberi apresiasi dari perpustakaan.

IMG_2635
library.unsyiah.ac.id

Selain itu, ada pula kegiatan yang berjudul Relax and Easy. Kegiatan yang diadakan Perpustakaan UNSYIAH ini menampilkan berbagai kreatifitas mahasiswa dan selalu ditunggu. Menyanyi, sulap, tari, dan yang lainnya. Dilakukan setiap hari Rabu, kegiatan ini cukup mengubah pemikiran tentang perpustakaan yang membosankan dan menjenuhkan. Buktinya, terdapat kegiatan asik yang dapat membunuh rasa bosan tersebut. Selain itu, kegiatan seperti ini dapat menjadi alternatif untuk menyalurkan kreatifitas mahasiswa.

IMG-20160723-WA0005
library.unsyiah.ac.id

Ada pula Majalan Librisyiana. Sejauh ini majalah ini terbit setiap triwulan, dan sampai sekarang sudah terbit sebanyak 5 edisi. Dalam majalah ini memberitakan berbagai hal mengenai Perpustakaan UNSYIAH yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Majalah ini diterbitkan secara offline dan online yang dapat diunduh di sini.

PhotoGrid_1489934832014
library.unsyiah.ac.id

Ketika membicarakan kegiatan yang diadakan Perpustakaan UNSYIAH sepertinya tak ada habisnya. Kegiatan terus berlangsung selama setahun penuh. Saat ini saja tengah dilangsungkan Pemilihan Duta Baca UNSYIAH yang telah menyisakan 30 finalis. Acara ini merupakan rangakian acara UNSYIAH Library Fiesta 2017 yang dilaksanakan tiap tahunnya.

Selain pemilihan duta baca, UNSYIAH Library Fiesta 2017 ini juga menyelenggarakan Lomba Blog dan lomba pembuatan video. Peserta tidak dibatasi hanya dari civitas akademika UNSYIAH saja loh, melainkan seluruh warga negara Indonesia boleh ikut serta. Dan saya adalah salah satunya.

  1. Aman dan Nyaman
UNSIYAH 7
library.unsyiah.ac.id

Perlu diketahui bahwa Perpustakaan UNSYIAH ini telah terakreditasi ISO 9001:2008, loh, berstandar internasional. Hebat kan? Selain menyediakan koleksi buku yang beragam, perpustakaan yang satu ini menyediakan fasilitas wifi gratis juga.

Selain itu, di Perpustakaan UNSYIAH ini menerapkan beberapa peraturan yang agak berbeda dari yang lain. Pertama, memperbolehkan para pemustaka untuk membawa makanan dan minuman ke ruang koleksi. Makanan yang dimaksud bukan makanan berat ya. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh para pemustaka. Ketika tengah sibuk membaca buku, dan tiba-tiba merasa haus atau lapar, tidak harus keluar perpustakaan untuk mencari makan dan minum.

Menyambung hal diatas, perpustakaan tidak menyediakan tong sampah di ruang koleksi dan hanya menyediakannya di dua pintu keluar. Wah, secara tidak langsung kebijakan ini dapat membuat pengunjung perpustakaan untuk tertib membuang sampah pada tempatnya. Selain berfungsi sebagai tempat meminjam dan membaca buku, perpustakaan juga berfungsi untuk pembentuk kepribadian pengunjungnya juga loh. Salut!

Selanjutnya adalah memperbolehkan membawa tas masuk ke dalam ruang kolekasi. Hal ini terjadi karena terlalu banyaknya pengunjung, sehingga loker tas tidak dapat menampung banyaknya tas tersebut. Wah, keren kan? Padahal di perpustakaan lain sangat dilarang untuk membawa tas. Kebijakan ini sangat berani, dan kembali lagi ke alasan di atas tadi bahwa hal ini dapat menjadi pembentuk kepribadian pemustaka yang jujur.

IMG_20161026_160713
library.unsyiah.ac.id

Hal menarik lainnya yang dapat membuat pengunjung semakin betah di perpustakaan adalah adanya Libricafe. Cafe di perpustakaan? Ya. Saya sendiri cukup tertarik dengan terobosan baru yang unik ini. Hal itu benar-benar menggugurkan pernyataan bahwa perpustakaan adalah tempat yang kaku, kuno, dan membosankan. Rasanya saya ingin terbang ke Aceh sekarang dan membuktikan sendiri betapa nyaman dan uniknya Perpustakaan UNSYIAH ini.

Pengelola perpustakaan ini juga sangat memperhatikan kenyamanan dari pemustakanya. Mayoritas masyarakat Aceh adalah muslim. Oleh karena itu, pihak perpustakaan mengeluarkan kebijakan untuk memisah ruang baca antara laki-laki dan perempuan. Hal ini terkait dengan menjalankan syariat islam dan juga kenyamanan dari pemustaka itu sendiri. Wah, perpustakaan yang satu ini wajib kita acungi jempol!

perpus
library.unsyiah.ac.id

Setelah membaca berbagai ulasan tadi tentunya terbesit dalam benak kalian betapa perpustakaan UNSYIAH ini seperti bunga Mawar diantara sekumpulan bunga Melati. Perpustakaan ini diharapkan dapat menjadi pionir bangkitnya perpustakaan di seluruh Indonesia yang fungsinya tak hanya sekadar sebagai tempat meminjam buku. Akan tetapi dapat menjadi sahabat masyarakat, guna merealisasikan tujuan bangsa sendiri. Ketika masyarakat sudah bersahabat dengan perpustakaan, maka ilmu itu pasti tak akan jauh darinya.

Saya sendiri rasanya ingin mengunjungi Perpustakaan UNSYIAH dan membuktikan dengan mata kepala sendiri betapa bersahabatnya perpustakaan ini. Apabila dibandingkan dengan perpustakaan di daerah saya, hanya ada satu yang mirip-mirip seperti Perpustakaan UNSYIAH. Selebihnya, menurut saya masih menganut sistem perpustakaan kuno yang kurang menarik.

Sekian review dari saya mengenai Perpustakaan UNSYIAH. Semoga saja semua perpustakaan di Indonesia mengikuti jejak Perpustakaan UNSYIAH yang terus mengikuti perkembangan jaman dan memunculkan terobosan-terobosan baru.

Refrensi:

library.unsyiah.ac.id

uilis.unsyiah.ac.id

Majalah Librisyiana Edisi Januari 2017

Majalah Librisyiana Edisi Oktober 2016

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Perpustakaan UNSYIAH, More Than Just A Library

IMG-20170304-WA0024

Iklan