Holaa, udah lama rasanya nggak update blog. Entah kenapa setelah KMD selesai, saya jadi agak males nulis. Lhoh, apa itu KMD? Nah, kali ini saya akan cerita mengenai pengalaman saya ikut KMD dua minggu yang lalu. Pengalaman yang sukses menyadarkan saya tentang suatu hal.

IMG-20170716-WA0134
Panitia KMD 2017

Kamu suka pramuka? Kamu harus ikut KMD jika jawabannya adalah ‘Ya’. Kursus Mahir Dasar adalah suatu kegiatan untuk membentuk seseorang menjadi pembina pramuka. Nah, sudah lima hari saya mengikuti kegiatan wajib di jurusan saya ini. Banyak cerita, banyak tertawa, dan banyak kejadian unik lainnya.

KMD Penuh Pengorbanan

KMD yang dilaksanakan mulai tanggal 17-21 Juli 2017 ini, dilaksanakan di Kampus UNY Wates, Kulon Progo. Cukup jauh dari rumah saya. Butuh waktu sekitar satu hingga satu setengah jam untuk mencapai kampus Wates.

Pengorbanan saya untuk KMD ini bukan main loh. Saya bangun pukul tiga pagi cuy! Setelah packing baju sampai sekitar pukul sepuluh malam, dilanjutkan dengan tragedi motor kekunci yang membuat jantung seperti berhenti, saya harus bangun pagi-pagi sekali. Ah, saya harus kuatkan hati ini.

Perlu diketahui, suhu di rumah saya saat itu adalah 19 derajat celcius. Saya mandi tanpa air hangat lho. Pukul empat pagi! Rasanya seperti mandi es. Dingin sekali. Secepat saya menggiggil, secepat itu juga rasa dingin itu berangsur hangat.

Setelah sholat dan sarapan sedikit roti, pukul 04.40 saya berangkat. Saya dan teman-teman berencana untuk kumpul di Kampus 2 dulu untuk kemudian berangkat pukul 05.00.

Namun rencana hanya tinggal rencana. Kami akhirnya berangkat pukul 05.30. Itu pun meninggalkan satu teman yang biasanya memang suka ngaret.

Dipimpin oleh si penunjuk jalan, kami berangkat menembus udara pagi yang dinginnya luar biasa. Sialnya, si penunjuk jalan ini naik motornya kencang sekali. Selip sana, selip sini. Bukannya saya nggak bisa ngebut, tapi saat itu kondisi nggak memungkinkan untuk ngebut. Saya nggak pakai sarung tangan, kaca helm tidak ditutup (takut nggak jelas melihat jalan), dan saya masih trauma. Belum lama ini, saya baru jatuh dari motor. Saya masih takut-takut buat ngebut, takut jatuh lagi. Tapi mau nggak mau, saya ngebut juga, biar nggak ketinggalan temen-temen yang lain.

Akhirnya setelah perjalanan sekitar satu jam, kami sampai di Kampus Wates. Tangan saya rasanya kebas saking dinginnya. Saya juga menggigil. Wuah, saya kapok ngebut di pagi buta tanpa sarung tangan.

Belajar jadi Anak Pramuka

pramuka_indonesia_by_dsignout-d3fvdwo

KMD diadakan selama lima hari, mulai tanggal 17 Juli 2017 hingga 21 Juli 2017. Selama itu pula kami diberi berbagai pengetahuan tentang kepramukaan. Selama seminggu itu rasanya saya seperti jadi yang paling oon. Lhah, saya aja nggak paham tentang serba-serbi pramuka. Terus ‘dicekoki’ dengan ilmu-ilmu pramuka selama seminggu, overdosis deh jadinya.

Diawali dengan pembukaan, semangat kami menggebu. Ada yang semangat ingin lekas menerima materi, ada yang semangat ingin lekas mendirikan tenda, ada juga yang semangat ingin lekas pulang. Yang terakhir itu saya banget, haha.

Saya ingat banget. Setelah pembukaan, diadakan pretest. Kalian tau apa yang terjadi? Saya nggak bisa ngerjain. Saya sukses dapet nilai 4,25. Lha wong dulu pas SMP-SMK aja pramuka jarang berangkat. Saya seperti tong kosong. Asal jawab saja lah.

Jenuhnya Hari pertama

Hari pertama tidak begitu seru karena kami hanya materi di dalam kelas. Sejujurnya saya sangat ngantuk. Saya nggak fokus mendengarkan materi. Untungnya fokus saya kembali waktu dapat snack dan makan.

Kegiatan di luar kelas hanya saat dinamika kelompok saja. Kegiatannya pun hanya seputar membuat kelompok dan membuat yel-yel. Praktis, setelah makan siang, kami hanya mendengarkan ceramah di kelas . Tapi nggak sejenuh itu kok. Karena di setiap materi selalu disisipi tepuk-tepuk, nyanyi-nyanyi, bahkan gebrak-gebrak meja. Lumayan lah, biar nggak begitu ngantuk.

Menjadi Pembina Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega

imadiklus
imadiklus.com

Hari kedua, ketiga, dan keempat, kami dicekoki ilmu membina pramuka. Mulai dari tingkat Siaga hingga Pandega. Kami diajari bagaimana menjadi ayahanda dan bunda di pramuka Siaga, dan kakak pembina di penggalang, penegak, dan pandega.

Kami diajari mengenai tata upacara pembukaan, pelantikan, dan penutupan. Kami harus praktik loh. Setelah di bagi menjadi beberapa kelompok besar, kami diminta praktik jadi pembina pramuka, pradana, pembaca dasa dharma dan tri satya.

Selain itu, kami juga belajar tali temali, pertolongan pertama (ini yang paling saya suka), semaphore, dan yang lainnya. Jujur, saya belajar banyak. Tapi bingung juga. Beberapa teman saya ada yang langsung menyahut ketika seorang kakak pembina memberikan pertanyaan lewat semaphore. Saya? Jangan tanya πŸ˜€

KMD: Waktunya Perbaikan Gizi

gogobli
gogobli.com

Satu hal yang saya suka ketika mengikuti acara kampus seperti ini yaitu makan saya jadi teratur dan bergizi. Saat KMD berlangsung, kami seolah tidak diijinkan untuk lapar.

Pagi hari kami diberi sarapan sehat dengan sayur dan lauk dengan porsi yang pas untuk makan pagi. Pukul sembilan, kami diberi snack pagi. Biasanya sih isinya risol, makanan ringan, martabak, arem-arem, dan buah. Dalam satu snack terdapat tiga macam makanan yang cukup mengenyangkan.

Siang hari, kami diberi makan juga. Menunya mirip dengan sarapan. Dilanjutkan dengan snack sore yang diberikan sekitar pukul 15.00. Nah, ini menunya mirip snack pagi, tapi ditambah es dawet atau es buah. Nyamm.

Malamnya kami diberi makan malam tentu saja. Menunya sama mirip juga dengan sarapan dan makan siang. Bedanya, snack malam diletakan di atas tampah. Menunya hampir mirip. Pudding, kacang, singkong, salak dan krekes. Wuihh, pokoknya hidup di sini sangat terjamin. Saya yakin berat badan saya bertambah selepas KMD ini. Alhamdulillah πŸ™‚

KMD: Suka Duka Tak Terkira

Banyak hal yang saya sukai di sini. Dapat ilmu, dapat teman baru, dapat makan bergizi, hmm, dapat sertifikat buat syarat kelulusan yang pasti. Nggak saya tampik, itu adalah nilai positif kegiatan ini.

Namun, di sisi lain, saya merasa bahwa rumah adalah tempat paling nyaman. Sejelek apapun rumah, saya tetap rindu. Bayangkan saja, lima hari saya nggak bersua dengan kasur dan bantal kesayangan. Betapa rindunya.

Sejujurnya, saya nggak kerasan di sana. Meskipun dengan disediakan tempat istirahat yang layak, makanan yang tak pernah telat, bahkan waktu pribadi yang lebih dari cukup. Saya selalu menghitung hari yang terlewati dan hari yang masih harus saya lalui. Apalagi ketika hari terakhir, saya merasa tak sabar untuk segera pulang. Kegiatan pada hari akhir saya lalui dengan tidak maksimal.

KMD: Penutupan yang Berkesan

IMG-20170721-WA0014
Pemenang ayah bunda KMD, King dan Queen KMD

KMD resmi ditutup oleh sekretaris jurusan pada hari Jumat, 21 Juli 2017. Sebelum resmi ditutup, pihak panitia membacakan nominasi peserta KMD-Ter…. Dimulai dari Terapi, Tersemangat, dan ter ter yang lain. Saya lupa. Nggak ketinggalan, ayah bunda award dan queen serta king KMD. Satu aula riuh saat pembacaan keempat nominasi terakhir itu.

Oh iya, kami lulus KMD semua loh πŸ˜€ Alhamdulillah.

Perjalanan Pulang yang Uji Nyali banget

Acara selesai pukul 20.30. Kami bergegas beres-beres kemudian pulang. Kami pulang sekelas, berkumpul di parkiran selatan Kampus Wates. Setengah jam kami menunggu rombongan kelas B. Akhirnya, tepat pukul sembilan malam kami berangkat. Wates ke Sleman? Siapa takut?

Saya cukup belajar dari pengalaman berangkat dulu. Ketika pulang, saya memakai sarung tangan. Dari Wates sampai rumah saya aman terkendali. Nggak ada yang namanya kedinginan seperti saat berangkat πŸ˜€

Tapi yang buat agak serem itu jalan menuju rumah. Sekitar pukul sembilan hingga sepuluh malam, kondisi jalanan di kota memang masih ramai. Namun bila sudah sampai daerah sekitar kampung, suasananya jadi sunyi dan gelap. Ada satu jalan menuju kampung saya, di sana hanya ada hamparan sawah, nggak ada lampu jalan, dan nggak ada satu pun rumah di pinggir jalan. Saya ngebut saat lewat sana. Alhamdulillah saya bisa sampai rumah dengan selamat.

Sampai rumah, segalanya seperti kembali pada tempatnya. Disambut oleh ibu, dibuatkan mie sedap rasa bakso, teh hangat, hmm rasanya lengkap banget. Dilanjut dengan tidur di kasur kesayangan. Saya berbaring tanpa bantal -seperti biasa- kemudian memeluk bantal empuk saya. Oh iya, saya tarik selimut tipis yang bisa menghangatkan sata disegala suasana. Ahh, rindu. Saya rindu ini semua. Rumah beserta isinya.

Akhirnyaa…

Alhamdulillah sekarang sudah di rumah. Saya nulis ini H+1 minggu kepulangan ke rumah. Dan ngeposting ini H+2 minggu KMD. Agak basi sih. Tapi nggak masalah. Ini sebagai tanda, bahwa saya memang pernah ikut KMD πŸ˜€

Kalau kamu, pernah ikut KMD? Gimana rasanya?

 

 

Iklan