Cari

Kinan Manis

Sekadar Curahan Hati

Kategori

Cerpen

Cerpen: ‘Pahitnya’ Bulan Ramadhan Tika

animasi-remaja-muslim
lintasgayo.com

“Kamu tidak ke masjid, Tik?”

“Enggak, Bu. Banyak tugas nih.”

Ibu berjalan mendekatiku yang masih sibuk berkutat dengan laptop.

“Ibu senang kamu serius dengan kuliah, Nak. Tapi jangan lupa bersosialisasi.” Continue reading “Cerpen: ‘Pahitnya’ Bulan Ramadhan Tika”

Iklan

Cerpen: Si Konyol, Mita

 

kartuncwe01
deloiz.blogspot.com

Aku tertawa terbahak-bahak mendengar cerita tentang majikanku. Dia ini pintar, tapi bodoh. Setiap hari, ada saja hal konyol yang ia ceritakan. Kemarin ia cerita dihukum guru karena ketahuan menonton doraemon saat pelajaran di layar ponsel pintarnya. Sedangkan hari ini, ia bercerita saat di sekolah, ia salah mengenali seorang kakak tingkat menjadi adik tingkatnya. Poin konyolnya adalah ia melakukan itu di depan kelasnya!

“Tapi dia itu pintar!” bantah buku tebal yang baru Mita beli.

“Aku tadi berkata apa memang? Dia itu pintar tapi bodoh,” aku kembali tertawa tak tertahan.

“Pensil!” pekik buku tebal tak terima.

Mita menggeliat dari tempat tidurnya. Matanya sedikit terbuka. Namun untungnya sedetik kemudian ia menutup matanya kembali.

“Tidak usah berteriak. Aku dengar kok,” ucapku santai setelah merasa majikannya itu kembali terlelap. Continue reading “Cerpen: Si Konyol, Mita”

Cerpen: Aku (tidak) Cantik

scooter-156840_640

Oleh: Wenny Kinanthi

Aku baru merasakan betapa cantik itu penting. Di dunia perkuliahan seperti ini, para pria secara gamblang mengatakan bahwa seorang wanita hendaknya cantik dan menarik. Ketika dia tidak cantik, maka dia tidak diperdulikan dan ditinggalkan.

Dunia seorang wanita cantik dan tidak cantik berbeda 180 derajat. Ketika seseorang wanita memiliki paras yang cantik, kemudahan seolah menggenggam tangannya. Jalannya begitu lurus tanpa hambatan. Kalaupun ada rintangan, selalu ada malaikat penolong yang membantunya. Ketika berpakaian, apapun akan terasa pantas disandangnya. Sehingga membuatnya semakin cantik.

Sedangkan bagi wanita yang tidak cantik, dunia seperti tak berpihak padanya. Dunia menjadi musuh yang sangat membencinya, termasuk pion-pion di dalamnya. Ia harus berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan orang lain. Ketika memakai pakaian tertentu, selalu saja ada yang mengatakan bahwa tidak cocok, kurang ini atau kurang itu.

Aku sangat merasakannya. Aku seorang wanita semester lima di salah satu perguruan tinggi biasa dengan penampilan yang biasa pula. Rambutku kuikat kuda, memakai kaos putih yang kontras dengan kulitku yang cukup gelap, dipadukan dengan celana jeans murahan. Penampilanku terlalu biasa bagi seorang wanita kuliahan. Continue reading “Cerpen: Aku (tidak) Cantik”

Cerpen: Pengejar Nilai Sempurna

jantung-sehat-nilai-matematika-anak-pun-meningkat-577a0bfb1397730c084d775e

Oleh: Wenny Kinanthi

Suasana kelas XI IPS 2 kini tengah riuh rendah. Hampir semua penghuninya tengah bercakap mengenai hasil UAS yang baru saja keluar. Ada yang bangga dengan hasilnya, namun tak sedikit yang kecewa. Begitu pula denganku.

“Kalau hasil ini aku berikan pada papa, sudah pasti aku akan dibunuh,” keluhku seraya merutuki hasil belajarku selama satu semester ini. Wajahku mendadak kusut setelah hasil UAS ini keluar.

Kuletakan kepalaku di atas meja. Berbagai bayangan buruk menghantui kepalaku. Bayangan papa marah sambil membanting barang-barang mendominasinya. Ada juga bayangan tetang berbagai VCD film korea yang berjejer rapi di rak belajarku, akan dibakar oleh papa. Aku bergidik ngeri membayangkannya.

“Untung saja ibuku orangnya santai, dan tahu bagaimana kemampuan otakku yang standar ini,” sahut Dena santai. Nilai Dena padahal jauh lebih buruk dari miliku.

“Yah, bersyukur sajalah. Kamu tumbuh di keluarga yang santai, sedangkan aku tumbuh di keluarga yang selalu menuntut banyak akan banyak hal,” gerutuku kesal. Continue reading “Cerpen: Pengejar Nilai Sempurna”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑